Seiko memperluas lini Pertanda Seri Klasik dengan merilis empat model baru yang terinspirasi dari keindahan sutra Tomioka. Koleksi ini hadir dengan kasus berdiameter 38 mm serta memiliki panggil bertekstur yang dirancang menyerupai kilau serta anyaman benang sutra tradisional Jepang. Penasaran dengan detail desain dan spesifikasinya? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini!
Dial Terinspirasi dari Tekstur Sutra Jepang
Kali ini, Seiko menampilkan panggil yang terinspirasi dari keindahan sutra Tomioka, yaitu produk sutra premium yang diproduksi secara eksklusif di kota Tomioka, Prefektur Gunma, Jepang. Pola panggil yang rumit ini mencerminkan kelembutan lipatan dan tekstur khas sutra Tomioka yang ditenun dengan sangat halus. Dalam koleksi ini, Seiko Presage turut mendukung upaya pelestarian industri pembibitan ulat sutra serta industri di wilayah Tomioka, dengan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualannya kepada organisasi promosi sutra Tomioka.

Lihat 4 Model Seiko Presage Classic Series
Seperti yang sudah disebutkan, Seiko Presage Classic Series hadir dalam empat pilihan panggil. Adapun salah satu modelnya termasuk dalam koleksi edisi terbatas. Keempat model ini dirancang menggunakan kotak baja tahan karat dengan lapisan lapisan super keras Diameter 38 mm, tebal 12,9 mm, dan lug-to-lug 43,8mm. Adapun panggil– dilindungi oleh safir melengkung ganda dengan lapisan anti refleksi. Jam tangan ini juga sudah tahan air hingga 100 meter. Berikut detail desainnya:
1. Seiko Presage Seri Klasik HCC001

Model pertama adalah HCC001, yang memiliki panggil dengan kombinasi warna putih dan perak yang disebut shironeri. Ini terinspirasi dari warna putih murni yang dihasilkan melalui proses pemurnian benang sutra. Sementara mengikat-nya menggunakan gelang baja tahan karat yang dilengkapi gesper penempatan dengan mekanisme pelepasan tombol tekan.
2. Seiko Presage Seri Klasik HCC002

Berikutnya ada HCC002, yang memiliki panggil bertekstur warna hijau yang terinspirasi dari watake-iro. Warna ini terinspirasi dari pewarna tradisional yang kerap digunakan pada kain kimono Jepang. Sementara bagian tangan dan penanda dibuat berwarna perak yang serasi dengan gelangdia.
3. Seiko Presage Seri Klasik HCC003

Kemudian HCC003 hadir dengan panggil merah muda atau sakura-iroyang terinspirasi dari keindahan bunga sakura, salah satu simbol budaya Jepang yang paling ikonis. Sementara mengikat-nya menggunakan kulit sapi berwarna coklat yang membuatnya tampak elegan.
4. Seiko Presage Classic HCC008 Organisasi Promosi Sutra Tomioka Edisi Terbatas

Terakhir adalah model HCC008, yang hadir secara edisi terbatas. Model ini memiliki kotak baja tahan karat dengan lapisan merah muda-emas. Warna tersebut juga diaplikasikan pada tangan serta penanda-nya sehingga memberikan tampilan yang elegan. Sedangkan mengikat-nya menggunakan kulit sapi berwarna coklat yang terinspirasi dari fasad bata yang berada di Pabrik Sutra Tomioka, Jepang.

Selain itu, Seiko berkolaborasi dengan Tomioka Silk Promotion Organization dengan menyisihkan sebagian hasil penjualan model ini untuk mendukung pelestarian industri sutra Tomioka. Adapun HCC008 diproduksi secara terbatas, yakni hanya 2.000 unit di seluruh dunia.
Seri Gerakan Seiko Presage Klasik

Seluruh koleksi Seiko Presage Classic Series didukung oleh kaliber gerakan otomatis 6R51 yang dapat berdetak sebanyak 21.600 vph, memiliki 24 permatadan cadangan daya hingga 72 hari. Selain itu, pergerakan ini memiliki akurasi waktu +25/-15 detik per hari. Kamu dapat melihat pergerakan ini pada bagian baja tahan karat yang disekrup penutup belakang transparannya yang dilindungi oleh kristal safir.

Itulah informasi seputar Seiko Presage Classic Series yang panggil-nya terinspirasi dari tekstur sutra Jepang. Tertarik untuk mengoleksinya? Nantikan kehadirannya di JAMTANGAN.COMya! Kamu dapat cek koleksi Seiko Presage lainnya di sini.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.